Kuat Berjabat Tangan? Mungkin Anda Panjang Umur

jabat tangan


Berjabat tangan sudah menjadi kebiasaan dalam mengawali sebuah pertemuan atau pun perkenalan. Nah, apakah selama ini Anda perhatikan bahwa kekuatan cengkeraman saat kita berjabat tangan dapat berpengaruh dengan pada umur kita?

Para peneliti dari Universitas College, London, menyatakan jika Anda memiliki cengkeraman tangan yang kuat, Anda diperkirakan memiliki umur panjang. Studi yang dilakukan oleh Unit of Lifelong Health and Ageing di Medical Research Council (MRC) menyatakan bahwa kekuatan jabat tangan Anda dan kemampuan Anda berdiri seimbang dengan satu kaki dapat menunjukkan angka harapan hidup Anda.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat menentukan apakah faktor-faktor sederhana ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang tua yang tinggal di rumah mereka yang mungkin memerlukan bantuan lebih. Tim meninjau 57 proyek penelitian serupa, yang melibatkan puluhan ribu orang dan mencatat pola menyenangkan terutama terkait dengan kekuatan cengkeraman, diukur dengan meremas pegangan sekuat mungkin.

Tim menemukan bahwa dari subjek, semua berusia di bawah 60 tahun, ada kaitan antara kinerja yang lemah dalam pemeriksaan dan kematian dini. Pola serupa ditemukan dalam tindakan-tindakan lain, seperti pejalan kaki paling lambat, hampir tiga kali lebih mungkin meninggal dibanding dengan mereka yang berjalan paling cepat.

Para peneliti menentukan empat ukuran kemampuan fisik yang diselidiki dalam penelitian tersebut, yakni kekuatan genggaman, kecepatan berjalan, naik kursi, dan keseimbangan berdiri.

“Kami telah menemukan bukti hubungan antara keempat ukuran kemampuan fisik yang diselidiki dan semua penyebab kematian. Orang-orang yang tinggal dalam populasi masyarakat yang tidak melakukan tes dengan baik terbukti secara konsisten berisiko lebih tinggi terhadap kematian,” tulis mereka dalam sebuah jurnal penelitian.

Para peneliti menemukan bahwa semakin kuat kinerja para peserta dalam tes, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk hidup lebih lama. Mereka mengatakan ada beberapa penjelasan mengenai penelitian ini, salah satunya karena penelitian ini tidak mencatat dan menyesuaikan dengan keadaan sosial ekonomi dan tingkat aktivitas fisik peserta.

Kedua, mungkin saja hasil penelitian ini hanya mencerminkan secara sederhana mengenai status kesehatan pada umumnya dan penyakit yang mendasari para peserta.

Mereka juga menambahkan, asosiasi yang sama antara kinerja dan risiko kematian terlihat dalam penelitian kekuatan cengkeraman, termasuk pada penduduk yang lebih muda dan mungkin lebih sehat. Tim MCR berencana untuk terus melanjutkan penelitian pada orang muda untuk menyelidiki apakah mungkin untuk mendeteksi mereka yang mengalami kematian dini.

Tetapi, pada akhirnya mereka ingin tahu apakah intervensi fisik -seperti program latihan untuk meningkatkan kebugaran masyarakat, kekuatan genggaman, kecepatan berjalan, dan sebagainya- akan menghasilkan hidup yang lebih lama.

“Penilaian langkah-langkah sederhana seperti ini, yang berkaitan dengan kesehatan saat ini dan masa depan bisa membantu dokter mengidentifikasi mereka yang paling rentan terhadap kesehatan buruk di kemudian hari dan juga mereka yang mungkin memanfaatkan intervensi awal untuk membuat mereka bisa aktif lebih lama,” ujar Dr. Rachel Cooper.

0 comments:

Post a Comment