Wanita dan Pria Memang Beda

Cover why men dont listen and why women cant read maps




Dalam membangun relasi untuk berbisnis hingga di keseharian, kita pasti akan berinteraksi dengan beragam karakter dan keunikan. Pada akhirnya, kita akan temukan bahwa cara membangun interaksi dengan pria dan wanita tu berbeda. Secara mendasar, pria dan wanita memang tidaklah sama. Ini bukan perkara lebih baik atau lebih buruk – tapi berbeda.

Isi posting berikut saya ambil sepenuhnya dari buku “Why men don’t listen and why women cant read maps”.

Studi tentang otak ternyata memberikan banyak bukti bahwa pria dan wanita ternyata tidak sama. Pria dan wanita memang harus memiliki kesetaraan dalam hal kesempatan untuk mencapai potensinya secara maksimal, tapi mereka berbeda dalam hal kemampuan yang muncul dari dalam. Equal dan identical adalah issue yang sama sekali berbeda.


The equality of men and women is a political or moral issue; the essential difference is a scientific one.

Pria keheranan bagaimana wanita bisa masuk di ruangan yang ramai dan langsung bisa ngasih komentar tentang semuanya; sementara perempuan heran bagaimana pria tak bisa mengetahuinya. Lelaki keheranan bagaimana perempuan nggak bisa ngeliat lampu peringatan pelumas di dashboard mobil tapi bisa melihat noda kotor di kaus kaki sejauh 10 meter.

My wife can see a blonde hair on my coat from ten meters, but she hits the garage door when she parks the car

Bila wanita berkendara dan tersesat (dan mereka memang lebih sering tersesat ketimbang pria), dia akan berhenti dan bertanya. Bagi pria, ini adl isyarat kelemahan. Dia akan berkendara terus selama berjam-jam, menggumamkan sesuatu seperti, “Aku temukan jalan baru utk ke sana” atau “Hey, aku nemu pom bensin baru nih”.


Tersesat emoh ngaku

Posting ini adalah tentang perbedaan pria dan wanita, bagaimana kecenderungan masing2nya, tanpa terlalu jauh membahas bagaimana itu bisa terjadi, kecuali jika Anda bertanya :mrgreen:

Wanita lebih peka
Wanita lebih awas apabila ada wanita lain yang merasa marah atau terluka, sementara pria biasanya masih harus secara nyata melihat air mata, wajah marah atau bahkan tamparan di wajah sebelum dia bener2 mengerti apa yang terjadi :roll: . Kepekaan wanita dalam memahami isyarat komunikasi yang halus dan samar ini sering disebut sebagai “intuisi wanita”; yang sebenernya adl kemampuan wanita yang luar biasa dalam mendeteksi detail dan perubahan kenampakan atau perilaku orang lain. Atas anak-anak mereka misal, wanita mengetahui teman2, harapan, impian, romantika, kekhawatiran, dan apa yang dipikir dan dirasakan. Sementara tidak demikian halnya para pria.

Wanita miliki lingkup pandang yang lebih luas
Wanita memiliki pandangan peripheral yang lebih luas ketimbang pria, yakni hingga hampir mencapai 180 derajat. Pandangan pria berbentuk semacam tunnel vision, yang membuatnya bisa melihat jelas dan akurat apa2 yang berada tepat di depannya dalam jarak yang jauh.

Women have wider peripheral vision, men have tunnel vision.

Hal ini membuat pria bisa mencari pom bensin di kejauhan, tapi kesulitan dalam menemukan benda-benda di kulkas, rak atau lemari. Di Australia dan Inggris sendiri pernah diteliti, bahwa anak laki-laki memiliki angka kecelakaan lebih tinggi ketimbang anak perempuan dalam hal menyeberang jalan.


Peripheral vision man woman

Mata wanita lebih cocok untuk aktivitas jarak dekat, menjadikan si wanita bagus dalam menanangi aktivitas yang mementingkan detail. Otak wanita juga memiliki kapabilitas tinggi dalam mencermati area spesifik, yang menjadikan wanita lebih jago dalam menjahit dan mengamati perihal detail di layar komputer.

Wanita dan kebiasaan ngelirik
Lelaki biasanya sering ketahuan ketika sedang memandangi lawan jenis dengan lirikan. Tapi wanita jarang mendapat komplain serupa. Ternyata berdasarkan penelitian ditemukan bahwa sebenernya wanita juga sering memandangi pria, bahkan kadang lebih sering ketimbang pria terhadap wanita :-P . Cuman kemampuan peripheral mereka membuat mereka jarang ketahuan. Mereka bahkan tidak perlu melirik kok untuk bisa melihat sekeliling mereka.

Wanita punya pendengaran yang lebih baik
Wanita memiliki pendengaran yang lebih baik ketimbang pria dan juga dalam membedakan suara ber-pitch tinggi. Otak wanita telah diprogram untuk bisa mendengarkan tangisan bayi di malam hari, yang mana itu tidak akan membuat sang bapak terbangun. Bila ada anak kucing menangis di kejauhan, wanita akan bisa mendengarnya, sementara sang pria dengan kemampuan direksional & spasialnya bisa mendeteksi di mana anak kucingnya berada.

Dripping taps drive women crazy, while men sleep

Wanita punya Indera perasa yang lebih baik
Indera perasa dan pencium-bau wanita lebih bagus ketimbang pria. Kita punya 10.000 reseptor rasa untuk mendeteksi paling tidak empat rasa; manis dan asin di ujung lidah, getir/asam di sisi lidah, dan pahit di belakang lidah. Pria punya keunggulan dalam merasakan asin dan getir, sehingga mereka suka bir ketimbang wanita. Dan wanita lebih unggul dalam merasakan manis dan rasa gula, sehingga lebih banyak wanita ketimbang pria yang “mengidap” chocoholics.

Mengapa pria disebut “tak peka”
Bukannya wanita yang punya kepekaan super, sebenernya sih biasa aja – ini hanyalah krn sense pria saja yang cenderung lebih tumpul. Dalam dunia wanita yang lebih peka, mereka berharap pria bisa membaca sinyal bahasa tubuh, vokal atau verbal mereka, seperti yang wanita lain biasa lakukan. Secara diam-diam, wanita berasumsi bahwa pria akan tahu apa yang dia (wanita) inginkan atau butuhkan. Lalu ketika yang terjadi tidaklah demikian, wanita menuduh pria sebagai “tak peka dan tak berperasaan”. Sang pria pun protes “Memangnya saya ini pembaca pikiran apa?!”

Wanita memang suka ngobrol dan berbicara lebih banyak
Otak pria tersekat-sekat secara tegas dan berkemampuan untuk memilah dan menyimpan informasi dengan rapi di akhir hari. Tapi otak wanita tidak bekerja seperti itu – masalah2 mereka terus saja berputar-putar di kepala mereka.

Men can mentally index their problems and put them on hold. Women churn.

Churn = ndak tenang, seperti mengaduk-aduk

Cara yang bisa dilakukan wanita untuk menyingkirkan masalah atau mengidentifikasikan masalah di pikirannya adalah dengan membicarakannya, ngobrol tentangnya. Jadi, ketika wanita berbicara di akhir hari, tujuannya adalah sekedar untuk menemukan atau memahami masalah, bukan untuk menyimpulkan atau mensolusikan.

Terlepas dengan keperluannya dlm menyikapi masalah, ketika wanita duduk nonton film atau TV, mereka biasanya bisa sambil ngobrol tentang banyak hal, termasuk anak-anak, lelaki, karir dan apa2 yang terjadi dalam kehidupan mereka. Ketika ada pria di sana, biasanya wanita akan disuruh diam. Pria tidak bisa berbicara dan nonton TV secara bersamaan, harus satu-satu.

Pria memandang telepon sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan fakta dan informasi kepada orang lain. Tapi wanita memandangnya sebagai sarana untuk mengikatkan diri. Seorang wanita bisa menghabiskan dua minggu liburan dengan teman wanitanya dan, ketika dia pulang, bertelepon dengan temannya itu untuk ngobrol lagi selama dua jam.


Ibu bebek yang peka

Wanita tu indirect, ndak to the point
“Intinya apa sih?!” adalah perkataan umum dari pria terhadap wanita. Wanita berbicara dengan menggunakan perkataan tak langsung, she hints at what she wants, atau muter-muter klo berbicara. Indirect speech ini adalah keahlian khusus para wanita dan dimaksudkan untuk membangun relationship dengan menghindarkan konfrontasi atau ketidaksepahaman frontal.

Sementara itu, kalimat pria cenderung pendek, langsung, berorientasi solusi dan to the point, memiliki kosakata lebih luas dan dibumbui dengan banyak fakta.

Wanita berbicara dengan luapan emosi
Kosakata bukanlah keahlian dasar para wanita, sehingga ketepatan arti menjadi kurang relevan bagi mereka. Tapi pria sedemikian peka dengan perkataan, dia menanggapinya secara harafiah dan literal, apa adanya, kata per kata sesuai dengan arti dasarnya. Begini jadinya klo pria dan wanita sedang bertengkar:
Nadia: Kamu nggak pernah sepakat dengan apapun yang aku katakan.
Anton: Apa maksudmu dengan nggak pernah? Aku kan sepakat dengan dua poin yang kamu sebutkan tadi, kan?
Nadia: Kamu selalu ndak sepakat dengan aku dan kamu selalu pengen dianggap benar!
Anton: Nggak benar! Aku nggak selalu nggak sepakat ama kamu! Aku sepakat ama kamu pagi ini. Aku sepakat ama kamu kemaren malem. Jadi kamu nggak bisa bilang klo aku selalu ndak sepakat ama kamu.

Gimana, temen2, apakah benar seperti itu? :-P


Apa yang wanita & pria dibicarakan
Wanita dan pria di seluruh dunia memiliki isi & arah obrolan yang masing-masingnya berbeda. Anak2 cewek ngobrolin tentang siapa menyukai siapa atau siapa lagi marah sama sapa. Mereka bermain di kelompok2 kecil dan berbagi “rahasia” orang lain. Sbg teenager, mereka ngobrolin cowok, berat badan, pakaian dan teman2 mereka. Beranjak dewasa, wanita ngobrolin tentang diet, hubungan2 pribadi, pernikahan, anak-anak, percintaan dan segala yang terkait dg orang2, lengkap dengan urusan pribadi mereka :mrgreen:

Sementara itu, anak2 cowok bicara tentang things (barang2, perangkat & mainan) dan aktivitas – siapa melakukan apa, siapa yang bagus di perihal tertentu dan bagaimana cara kerja berbagai benda. Sbg teenager, mereka bicara ttg sports, mekanik dan kegunaan dari things. Beranjak dewasa, mereka mendiskusikan sports, kerjaan mereka, berita, apa2 yang mereka lakukan atau ke mana aja mereka pergi, teknologi, mobil dan gadget.

Kemampuan Spasial & Matematis
Kemampuan spasial tu adl kemampuan untuk menggambarkan dlm pikiran bentuk dari berbagai benda, bagaimana dimensi, koordinat, proporsi, pergerakan dan tekstur fisik dari benda. Ini juga terkait dg kemampuan untuk mengimajinasikan benda yang berotasi dlm ruang, bergerak dalam halang rintang, dan melihat benda dalam perspektif tiga dimensi.

Secara sederhana, kemampuan spasial bisa dilihat dari kemampuan seseorang dlm membaca peta. Dan untuk yang ini, tidak seperti pria, wanita sering mengalami kesulitan. Ndak ada masalah sih ketika arah yang dituju adl utara. Tapi jadi bencana ketika arah yang dituju adalah selatan, barat atau timur; wanita seringkali memutar2 peta sedemikian rupa dan merasa kecewa mengapa dia tidak bisa membaca nama jalan scr terbalik.
Wanita susah membaca peta dan tentukan arah

Lebih jauh lagi, kemampuan spasial ini nyambungnya pada penguasaan kemampuan matematis, dan apapun yang terkait dg angka. Untuk yang ini, pria ternyata lebih unggul (meski faktanya, banyak siswa putri yang lebih berprestasi ketimbang pria, krn lebih tekun?). Kita lihat saja statistiknya; jenis pekerjaan dan prosentase jumlah pria yang ada di sana;

Flight engineer 100. 0%
Engineer 100. 0%
Racing driver 99. 8%
Nuclear engineer 98. 3%
Pilot 99. 2%
Air traffic controller 94. 0%
Dragcar/bike racer 93. 6%
Architect 91. 0%
Flight deck officer 90. 5%
Actuary 90. 0%
Billiard player 87. 0%
Accountant 83. 0%

Banyak wanita berpikir bahwa jika mereka dibebaskan dari rantai hierarki pria dlm dunia kerja, maka mereka akan dapat dengan cepat naik ke tangga karier dan profesi yang saat ini didominasi oleh pria. Tapi Institute of Nuclear Engineer mengatakan, “Kami memberikan peluang yang sama pada baik pria maupun wanita. Dan kami menyeleksi berdasarkan kapabilitas, bukan atas dasar ekualitas” Dan 98.3% dari nuclear engineer adl pria.

Dalam balapan motor, hampir tidak ada wanita di sana sejak penciptaan mobil. Tapi dalam drag-racing, 10% dari partisipan dan pemenangnya adl wanita. Kenapa? Krn Drag-racing tidak membutuhkan kemampuan spasial untuk mengurusi kecepatan, angles, tikungan, overtaking dan gear-ratio yang rumit. Drag-racer mengemudi dlm garis lurus dan pememangnya adl mereka yang punya waktu reaksi tercepat pada lampu hijau. Sedangkan di jalanan umum, wanita masih kesulitan ketika memparkir kendaraannya secara paralel.

Wanita - lebih aman dalam berkendara

Banyak wanita yang merasa diri mereka gagal atau bahwa wanita secara umum telah jadi pecundang krn tidak bisa menaklukkan area dominan pria. Itu tidak benar. Wanita tidaklah gagal; hanya saja chemistry otak mereka belum tersesuaikan dg ranah/bidang yang di sana pria banyak bermain.

Women haven’t failed – they’ve only failed to be like men.

Bagaimanapun, pria ndak boleh bersombong diri. Omong2, Albert Einstein adalah seorang jenius spasial, tapi dia tidak bisa berbicara hingga berumur lima tahun. Dan dia juga punya kelemahan yang besar di bidang kemampuan pengorganisasian dan interpersonal, keliatan banget dari hairstylenya :mrgreen: . Lalu perlu diingat bahwa -tidak seperti wanita- kebanyakan pria hanya bisa melakukan satu hal saja dalam satu waktu.

Secara umum, awareness pria berkisar pada meraih hasil, mengejar target, mengejar tujuan, status dan kekuasaan, dan juga berkompetisi. Sementara itu awareness wanita berkisar pada komunikasi, kooperasi, harmoni, cinta, berbagi dan relationship satu sama lain. Masing-masing memiliki daya & kekuatan sesuai dengan kodrat dasarnya.


Wanita sendiri banyak yang memilih karier profesional karena mereka menginginkan apa2 yang pria ingin miliki; uang, prestise, dan kekuasaan. Diakui atau tidak. Dan penelitian kini menunjukkan betapa wanita karier akhirnya mendapatkan efek samping yang biasa dialami oleh pria: masalah dg jantung, pencernaan, stress dan kematian prematur! Lebih dari satu dari tiga wanita mengambil libur selama sembilan hari karena stress.

If a woman is unhappy in her relationships, she can’t concentrate on her work. If a man is unhappy at work he can’t focus on his relationships.

Dalam stress dan tekanan itu sendiri, seorang istri biasa menghabiskan waktu dg suaminya untuk ngobrol, kadang sekedar utk menguraikan masalah. Tapi bila sang suami juga sedang dalam stress dan tekanan, dia bisa merasa proses problem-solvingnya terganggu bila diajakin ngobrol mulu. Dalam kondisi stress, sang istri ingin bicara dan disayang, sementara sang suami ingin nonton bola atau main PS2 :mrgreen:

Pria dan wanita berbeda. Bukan perkara siapa yang lebih baik; berbeda. Dan buku ini menegaskan bahwa jika ingin berkiprah maksimal, pahami kecenderungan natural kompetensi, lalu berkiprah dan melajulah dg itu.

Kita bisa saja dg sukses melatih seekor anjing untuk berjalan dengan kedua kaki belakangnya. Tapi itu bukanlah posisi natural dari seekor anjing, and it takes a lot of pain, butuh upaya mati-matian bagi anjing utk bisa jalan dg cara itu. Bagaimanapun, posisi natural seekor anjing adl berjalan dg keempat kakinya.

Anyway, apa yang disampaikan dalam post ini bisa jadi adalah pemutlakan yg berlebihan. Tapi paling tidak udah bisa berikan kita gambaran betapa wanita dan pria itu berbeda.


Sumber: akhmadguntar.com

0 comments:

Post a Comment