Jurus Membuat Cake : Butter Cake & Sponge Cake


Dulu orang suka bertanya, apa bedanya Bolu dan Cake? Kita asumsikan saja Bolu adalah Butter Cake dan Cake adalah Sponge Cake.

Perkembangan terakhir kedua teknik pembuatan cake atau bolu ini sudah mulai rancu, beberapa teknik membuat sponge cake, hasil akhirnya tetap dinamakan bolu, contoh Bolu Kukus. Sehingga kemudian saya berkesimpulan bahwa Bolu dan Cake adalah sama saja. Akan tetapi kita bisa membedakan beberapa jenis cake (bhs Inggris) atau bolu (bahasa Indonesia) dari bahan dan cara membuatnya. Beberapa jenis bisa saya tulis sbb:

Butter Cake

Inilah jenis bolu yang paling kuno yang saya ketahui. Disebut juga Pound Cake, sesuai dengan resepnya yang menggunakan ukuran serba satu pound. Resep dasarnya adalah :

250 gr margarine
250 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
8 btr kuning telur
6 btr putih telur

Cara membuatnya sangat khas, yaitu:

  1. Kocok margarine dan gula pasir hingga pucat dan mengembang, tambahkan kuning telur satu persatu sambil terus dikocok hingga tercampur rata. Matikan mixer. Tuang tepung sambil diaduk dengan centong, sampai rata.
  2. Ditempat lain, kocok putih telur hingga kaku, campurkan pada adonan mentega, aduk rata.
  3. Tuang kedalam loyang tulban (cincin) garis tengah 18cm, oven hingga matang.

Dari resep dasar ini anda bisa memodifikasi dengan bahan lain sesuai selera. Butter Cake bertekstur halus, padat dan mengenyangkan.

Sponge Cake

Ciri khas cake jenis ini adalah pada cara membuat dan hasil akhirnya. Cara membuatnya diawali dengan mengocok telur dan gula pasir hingga menjadi adonan yang sangat kental, sedemikian rupa sehingga adonan ini menjadi seperti pita bila disendok dan dituang. Sangat unik dan mengagumkan, sehingga saya sering berkata dalam hati, penemu resep ini pastilah masuk syurga :)
Hasil kue jadi bertekstur lembut, menul-menul, persis seperti busa sponge, dari sinilah nama Sponge Cake diambil.

Sponge Cake berpori banyak, cocok diberi kejutan rasa dari berbagai macam syrup atau minuman yang disiramkan. Karena berpori banyak ini membuat sponge cake beremah. Siraman syrup atau minuman lain, juga membantu meminimalkan remahan yg jatuh.

Tekstur yg ringan membuat sponge cake cocok untuk menjadi bahan dasar Taart atau cake yg dihias dengan Butter Cream.

Bila pada butter cake digunakan mentega jumlah banyak, maka sponge cake menggunakan mentega lebih irit. Untuk 8 telor, cukup 100gr saja. Istimewanya dalam resep ini, mentega bukan dikocok tetapi dilelehkan terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan adonan sponge yg tahan kental, dunia kuliner kemudian mengenal bahan pembantu yg dinamakan ‘emulsifier’, yaitu bahan yg dapat membantu telur dan gula menjadi adonan (emulsi) yg mengikat pekat , kental dan tidak mudah mencair. Banyak sekali merek dagang emulsifier yg beredar saat ini, sebut saja TBM, SP, Sponge-28, Quick-75, Starkies, dan lain-lain.

Resep dasar sponge cake yg paling mudah diingat adalah sbb:

8 btr telur
200 gr gula pasir
1 sdm emulsifier
225 gr tepung terigu
100 gr margarine, lelehkan, biarkan dingin.

Cara membuatnya:

  1. Kocok telur dan gula hingga berbusa, masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental. Matikan mixer
  2. Masukkan tepung terigu secara bertahap, sambil diaduk hingga rata.
  3. Tuang margarine leleh, aduk hingga rata benar.
  4. Tuang kedalam loyang chiffon garis tengah 24cm, oven hingga matang.

Sponge Cake tempo dulu, tidak menggunakan mentega leleh. Akan tetapi hasil akhirnya kasar dan beremah banyak. Hingga kemudian ditambahkan mentega dicair kedalam adonan, cake menjadi lebih lembab dan lezat.

Teknik menambahkan mentega leleh ditimpa dengan mengocok telur dan gula sambil di tim dalam air panas, menghasilkan sponge cake yg ringan sekali. Sangat ideal untuk tart yg disajikan di akhir sebuah acara jamuan, karena tidak mengenyangkan. Teknik seperti inilah yang disebut sebagai membuat Genoise

Bikin cake yuks.....

Berikut Jurus-jurus Sukses: Membuat Cake

  1. Pastikan semua bahan dalam keadaan segar dan berada pada suhu ruang.
  2. Wadah dan peralatan untuk mengocok harus bersih dan kering, bebas dari minyak dan residu lain. Sedikit saja minyak tercampur dalam telur, adonan akan sulit naik.
  3. Bila disebutkan “kocok telur hingga kental/berjejak”, artinya telur dikocok hingga putih dan kental, kocokan kue akan meninggalkan jejak pada adonan yang lama hilangnya. Atau jika kocokan diangkat, adonan akan jatuh membentuk pita.
  4. Ayak tepung di atas adonan telur. Mencampur tepung ke dalam adonan telur harus dilakukan perlahan-lahan, untuk menghindari kue menjadi liat. Usahakan arah adukan searah, atau aduk-balik
  5. Mencairkan mentega/margarin tidak boleh sampai mendidih, karena akan menguapkan kadar air (yang membuat kue moist) dan merusak ikatan emulsinya. Mentega/margarin cukup dihangatkan asal cair saja. Matikan api sebelum mentega/margarin mencair seluruhnya. Sisa mentega/margarin akan mencair sendiri karena suhu hangat.
  6. Mentega cair harus didiamkan hingga hangat sebelum dicampur ke dalam adonan telur.
  7. Mencampur mentega cair harus betul-betul merata dan seksama. Mentega yang tidak tercampur akan membentuk lapisan di bawah kue yang menyebabkan kue bantet. Usahakan spatula mencapai dasar mangkuk ketika mengaduk, untuk memastikan tidak ada mentega tertinggal di dasar mangkuk.
  8. Pada pembuatan butter cake, terkadang putih telur dikocok terpisah. Campur putih telur yang sudah kaku ke dalam adonan mentega, aduk balik dengan seksama. Pastikan tidak ada putih telur yang masih menggumpal, karena akan menyebabkan kue berongga besar. Jika putih telur mencair di bagian bawah, jangan ikutsertakan cairan ini, karena akan menyebabkan kue bantet. Cukup ambil busa putih telurnya saja.
  9. Khusus untuk sponge cake: Udara yang berlebih dalam adonan akan menyebabkan kue mengembang berlebihan dan mengempis di luar oven. Untuk meminimalkannya, banting loyang berisi adonan sebelum masuk ke oven. Jatuhkan loyang beberapa kali ke atas meja agar udara merata. Udara berlebih akan naik dan pecah di permukaan adonan. Teknik ini khusus untuk sponge cake,JANGAN lakukan pada butter cake karena akan membuat mentega cenderung berkumpul di bawah.
  10. Panaskan oven 10-15 menit sebelum adonan masuk. Oven yang dingin atau kurang panas ketika adonan masuk, akan menyebabkan kue turun lebih dahulu sebelum sempat mengembang, menyebabkan kue bantet.
  11. Pastikan suhu oven pas. Karena itu kenali oven anda dengan baik, dengan cara menggunakannya sesering mungkin dan mengamati perilakunya.
  12. Jangan buka pintu oven hingga paling tidak 3/4 waktu pemanggangan.
  13. Untuk memeriksa kematangan kue, lakukan tes tusuk (lihat FAQ Dapur), juga tekan sedikit permukaan kue, jika permukaan kering dan membal, kue sudah matang.
  14. Diamkan kue dalam loyang di atas rak sebentar (lk 10 menit). Balik kue ke atas rak, biarkan hingga dingin. Pindahkan kue ke piring saji.Siap disantap, nyam-nyam-nyam..
Hmm... yummmyyyy............................


0 comments:

Post a Comment