Nyam... Manis Legit Dodol Kacang Hijau!



Kue yang satu ini sedikit unik. Namanya sama dengan salah satu stasiun kereta api di Jakarta. Biasanya kue ini dibungkus daun bambu dan diikat dengan tari rafia. Saat digigit hmm... legit dengan semburat manis gurih yang membuat ketagihan. Yuk, dicoba!

Penganan tradisional asal Bali bernama gambir ini memang tak sulit dicari di kota asalnya sana. Disebut 'gambir' karena bentuknya mirip buah gambir yang biasa buat menyirih atau nginang. Gambir mudah dikenali karena selalu dijual dengan cara digantung dilangit-langit baik di pasar-pasar tradisional atau di toko oleh-oleh.

Proses pembuatan gambir sendiri terbilang sangat sederhana. Bahan-bahan pembuatnya adalah campuran tepung ketan, gula merah, dan santan yang menjadikan rasanya sedikit gurih. Warnanya yang hitam mengkilap membuatnya sering juga disebut dengan dodol khas Bali. Adonan liat penganan ini kemudian diisi dengan kacang hijau yang ditumbuk halus dan dicampur dengan gula.

Warna hitamnya membuat gambir sering juga disebut dengan dodol khas Bali. Meskipun di Bali juga ada jenis dodol Buleleng yang biasanya dibungkus dengan daun jagung. Meski keduanya bertekstur seperti liat seperti dodol, tapi bedanya pada gambir terdapat isian kacang hijau dan daun pembungkus dari daun bambu. Kue ini tahan disimpan hingga 3-4 hari hingga cocok dijadikan oleh-oleh.

Gambir tidak jual per satuan melainkan diikat setiap 10 buah dengan harga sekitar Rp 10.000,00. Seiring waktu peminat gambir memang semakin berkurang. Hal ini dikarenakan munculnya berbagai jenis penganan lain seperti kacang asin Bali, Brem Bali, Pia Legong, atau Pie Susu khas Bali. Meski untunglah masih banyak penggemar setia kue tradisional ini, sehingga gambir masih tetap eksis keberadaaannya hingga kini.


Sumber : http://www.detikfood.com/read/2010/12/08/153140/1511641/482/nyam-manis-legit-dodol-kacang-hijau

0 comments:

Post a Comment