Keutamaan Dzikir Sesudah Shalat



Dzikir Sebagai Amalan Komprehensip

Seorang Muslim dianjurkan untuk selalu melakukan zikir, kapan pun dan dimana pun. Sebab zikir merupakan bagian dari upaya penjagaan hati terhadap bisik rayu dan bujukan syetan selaku musuh orang-orang beriman. Zikir bagi seorang Muslim hakikatnya adalah zikir yang tertanam dalam hati, mengakar dalam pikiran dan terucap sebagai bahasa-bahasa spontan saat sesuatu hal terjadi di depan mata.

Zikir adalah perbuatan mutlak yang seiring antara lisan, hati dan pikiran. Orang yang berzikir adalah orang yang senantiasa memusatkan perhatian, ingatan, orientasi dan segala sesuatunya terpulang hanya pada Allah. Orang yang berzikir akan selalu merasa diawasi oleh Allah, dilihat dan disaksikan segala macam perbuatannya baik buruk maupun amalan baik. Jadi, zikir yang dimaknai sebetulnya tidak hanya zikir-zikir yang biasa kita saksikan oleh banyak orang dengan membawa butir-bitir tasbih, yakni dzikir sesudah shalat.

Zikir merupakan bagian dari amalan komprehensif yang akan memberikan dampak positif luar biasa terhadap diri seorang Muslim. Bahkan zikir dikatakan sebagai salah satu obat penyakit hati, di samping amal ibadah yang lain seperti membaca Al Quran, Qiyamullail, sedekah dan sebagainya.

Zikir mampu mengobati berbagai bentuk penyakit hati seperti sombong, riya, takabbur, ujub, pemarah dan seterusnya. Keshalehan seseorang akan senantiasa terpelihara apabila ia mampu menjaga kualitas zikirnya kapan pun dan dimanapun.

Bahkan pada saat ajal menjelang, seseorang yang tetap mampu menjaga zikirnya sampai malaikat datang mencabut nyawa, maka kemungkinan besar seseorang tersebut akan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Lantas bagaimana dengan kebiasaan orang yang banyak melakukan amalan dzikir sesudah shalat?

Keutamaan Zikir Setelah Shalat

Dzikir sesudah shalat sebetulnya memiliki keutamaan luar biasa, hanya saja kebanyakan kita melakukan zikir tersebut hanya pada saat setelah shalat saja. Selepas bangkit berdiri dan meninggalkan sajadah tempat shalat, kita tak lagi melakukan aktifitas zikir. Padahal zikir yang sempurna adalah zikir setiap saat antara hati, pikiran dan lisan yang terucap secara spontan akibat terjadinya sesuatu hal.

Zikir artinya selalu menghadirkan Allah dalam setiap amal perbuatan. Jadi zikir tidak hanya tertinggal dalam biji-biji tasbih. Berikut ini beberapa bentuk keutamaan dzikir sesudah shalat yang biasa kita kerjakan;

1. Bentuk pembiasaan diri berdzikir

Shalat wajib yang dilakukan oleh umat Islam adalah lima waktu dalam sehari. Jika seorang Muslim hanya rutin mengerjakan shalat wajib saja, artinya ia memiliki kesempatan lima kali dalam sehari untuk melakukan zikir kepada Allah.

Seringnya melakukan zikir merupakan upaya untuk mengingatkan hati dan pikiran agar tidak tergelincir terhadap perbuatan-perbuatan maksiat. Terlebih jika seorang Muslim tadi rutin pula melakukan berbagai shalat sunnah seperti shalat tahajud, dhuha, sunnah rawatib dan sebagainya. Dengan seringnya melakukan shalat, maka intensitas melakukan zikir juga diharapkan akan lebih banyak.
2. Shalat adalah saat paling dekat antara seorang hamba dan Tuhannya


Shalat merupakan bentuk ibadah yang menempatkan seorang hamba cukup dekat dengan penciptanya. Shalat berisi doa-doa permohonan manusia terhadap Allah, permohonan dan pengakuan terhadap kelemahan diri manusia sebagai makhluk yang diciptakan.

Pada saat sujud merupakan bentuk perwujudan rasa hina seorang hamba, dan pada saat itulah sebenarnya ia sedang sangat dekat dengan Allah. Maka kedekatan ini hendaklah diisi dengan pujian dan ingatan seorang hamba semata-mata hanya pada Allah, dan ini dilakukan salah satu caranya dengan melakukan dzikir sesudah shalat.


Sumber : http://www.anneahira.com/dzikir-sesudah-sholat.htm

1 comment: